Di kalangan mahasiswa sendiri mungkin beberapa sudah biasa menemui basic yang menjadi ciri khas yaitu: public speaking. Dari asumsi tersebut memang sangat benar, namun saya pikir hal itu lebih sempurna apabila di kombinasikan dengan ilmu retorika. Dikarenakan output dari public speaking sendiri hanya sekedar mengolah dan mengembangkan ketrampilan berbahasa atau komunikasi. Dan arahnya hanya akan tertuju pada pemahaman dari lawan bicara ataupun audiens. Namun apabila ilmu retorika, hal itu berbeda dengan public speaking. Output dari retorika sendiri mengarah ke persuasif atau mengelabuhi dengan cara halus. Jadi sasaran dari retorika yaitu: dari segi kognitif dan juga afektif bukan hanya sekedar pemahaman. Dan bisa disimpulkan ilmu retorika disisni terdapat nilai komunikasi yang lebih dikarenakan hal itu hingga dapat mempengaruhi lawan bicara. Nah apabila kita sudah mengetahui perbandingan dari public speaking dan ilmu retorika, maka dari sini kita dapat menemukan kesimpulan bahwasanya b...
Pada part kali 5 ini akan di jelaskan bagaimana Bi Hablillah dapat menjawab tantangan dalam realitas kehidupan kontemporer dan aktualisasinya di masa sekarang. Dalam konteks masa sekarang, aktualisasi ajaran Al-Qur’an berhadapan dengan berbagai problem nyata, seperti krisis persatuan, degradasi moral, polarisasi sosial, penyalahgunaan media digital, serta kecenderungan memahami agama secara parsial dan emosional. Perbedaan pandangan yang seharusnya menjadi ruang dialog justru kerap melahirkan konflik dan saling menegasikan, sementara nilai takwa dan persaudaraan sering tereduksi oleh kepentingan kelompok dan pragmatisme. Oleh karena itu, pembahasan pada bagian ini berupaya menjawab problem-problem tersebut dengan menegaskan kembali pentingnya berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an sebagai landasan etis dan spiritual dalam membangun kehidupan yang harmonis, adil, dan berkeadaban di tengah tantangan zaman. Dalam QS. Ali-Imran (3) : 103 terdapat point besar berupa Bi Hablillah , yang ...